Hello work life
Senin pagi ini, Jakarta sudah di berkahi hujan dari yang maha kuasa, dinginnya cukup menusuk, dan saya bangun lebih early, biasanya saya bangun jam 04:40, hari ini spesial, saya bangun jam 03:30, bukan tanpa sebab, Pagi ini ketha (kucing kesayangan yang galaknya level to the max) membangunkan saya dengan gedoran keras di pintu kamar, tujuan utamanya hanya satu, dia membangunkan saya karena tidak lain dan tidak bukan, meminta saya untuk mengisi wet food di tempat makannya.
but, thanks to ketha, saya jadi bisa bangun lebih early, untuk cicil-cicil membereskan rumah dan mencuci pakaian. sembari mencuci baju saya mendengarkan musik mood booster saya saat ini The Way I Am by Charlie Puth dan Dance to This by Troye Sivan ft Ariana Grande, mengalun on repeat dari handphone saya, setidaknya dua lagu tersebut cukup membuat saya semangat menyambut hari Senin untuk bekerja kembali, back to work life ya din :)
cukup excited untuk menyambut Hari-Kerja-Kembali, setelah sekian lama libur. skip, setelah done, melakukan aktifitas-aktifitas dirumah saatnya berangkat dengan pesan ojek melalui layanan ojek online, walaupun cuma 'gerimis gerimis manja' cukup sulit mendapatkan ojek yang mau mengantar ke kantor, oh saya tidak berhenti mencari, saya yakin pasti dapat..., sekitar 30 menit kemudian sembari memakai perlengkapan untuk menyambut 'gerimis-gerimis manja', akhirnya saya dapat ojek yang niscaya akan saya beri bintang 5 karena mau mengantar saya ke kantor.
Nama driver ojek online nya pak Fredy, sepanjang jalan dia mengajak saya berbincang-bincang, beberapa point yang pak Fredy bicarakan dengan saya, beliau mengeluhkan jalan di Jakarta yang Macet, "mba, cuma seminggu aja ya jakarta sepi, selebihnya sih, wassalam" , saya hanya terkekeh, "kalau tidak macet, namanya bukan Jakarta pak," jawab saya asal.
Pak Fredy juga bercerita bahwa tetangganya yang pulang dari lampung membawa kenalannya untuk mencari pekerjaan di Jakarta, "kebayang ya mba, tiap 1 keluarga yang pulang kampung, bawa keluarganya atau temannya ke Jakarta buat kerja, nah di daerah rumah saya ada 100 kepala keluarga mba, kebayang kalau per-kepala keluarga, bawa sanak saudaranya ke jakarta, ngeri saya" , saya hanya 'nyengir kuda', ya memang tidak terbayang jika tiap tahun, tiap hari raya lebaran, orang-orang yang pulang ke daerahnya membawa kembali keluarga atau rekannya untuk bekerja di Jakarta. no wonder kalau jakarta jadi penuh sesak, mungkin karena asumsi "kalau di kota besar, lahan pekerjaan terbuka luas", sudah menjadi impian sebagian besar orang pula untuk mempunyai karir yang baik,
apalagi tempatnya di kota besar yang strategis.




Comments
Post a Comment